Selasa, 04 Maret 2014

Memaafkan masa lalu, kenapa sih tiba-tiba mau ngebahas itu. Mikir aja, sekarang kuliah di psikologi kok gak pernah sih ngomongin sesuatu di blog ini.

Kata orang-orang, "kita dewasa karena pengalaman". Termasuk memaafkan, kadang kita egois ya seseorang cuma menyakiti kita ini doang. Tapi kita membenci seseorang sepenuhnya, kata salah satu dosen sebenarnya inilah yang salah. Seharusnya "we're not hate with the person but maybe we hate with the personality." This! Dapet banget ya dosen saya ngomong? :)))

Tapi tentu saja, membenci secara berlebihan itu tidak baik. Pasti otomatis menganggu psikis kita kan? Kepikiran, kok aku gak negur dia ya? Kok aku gini ya?

Saya ingin bercerita, sewaktu saya smp. Saya sempat di bully teman-teman saya, karena entahlah sampai sekarang pun saya tidak tau alasannya kenapa. Hanya karena satu orang sewaktu itu, hingga semua perempuan di kelas tidak ada yang menemani saya. Saya tertekan, saya menangis, rasanya saya gak mau sekolah aja deh. Sebodo banget, di sekolah gak ada yang menemani. Saya berdiri sendiri, saya selalu sendiri. Dan tentu saja saya bisa. Kalau istirahat, saya berteman dengan kelas anak-anak pintar. Saya membuka diri saya dengan orang lain, bukan hanya teman sekelas saya saja.
Tapi pasti aneh ya, tidak ada interaksi sosial begitu dikelas, disaat team work atau sebagainya.
Pasti tidak baik, sungguh saat itu saat yang menyakitkan bagi saya. Tapi setelah itu, mereka menyadari apa yang mereka perbuat. Awalnya saya tidak mau memaafkan mereka,  minder, bahkan sampai sma saya seolah benar-benar menghilang dari komunitas teman-teman smp saya itu. Sampai akhirnya saya tau, seharusnya saya tidak begini. Menghindar adalah hal yang tidak baik, saya kembali membuka diri. Pertama memaafkan diri saya sendiri, sungguh itu sangat penting. Memaafkan masa lalu saya dengan baik, memaafkan orang-orang yang pernah menyakiti saya. Dan mereka, mereka pun yang pasti merindukan saya kembali. Mereka melihat sosok yang berbeda, mereka melihat prestasi saya. Dan mereka pun menyesal pernah melaukan hal itu. Sungguh tidak ada yang lebih indah selain memaafkan masa lalu, memaafkan sesuatu yang menganggu pikiran kalian. Karena itu sungguh berat. Biarkan pengalaman-pengalaman itu mendewasakan kalian. 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar